MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
(Studi Penelitian Pengrajin Rotan)
Disusun oleh :
- Wenny Novitasari 0710115511112
- Vio Dilla Arja 08101155110126
- Arizka SY 08101155110140
- Rina Pebrianti 08101155110181
- Nova Yuanda Marta 09101155110247
- Novidya Rahmatika Ardi 09101155110248
- Fauzi 081011551100
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perkembangan
dan persaingan global saat ini menuntut kita semua khususnya generasi muda
untuk memajukan kesejahteraan bangsa, terutama kesejahteraan ekonomi. Paradigma
kebanyakan orang saat ini adalah memperoleh pekerjaan yang layak dengan gelar
sarjana yang diperoleh setelah lulus dari bangku perkuliahan seperti menjadi
pegawai negeri merupakan solusi untuk mendapatkan penghasilan dan
mensejahterakan kehidupan.
Saat ini banyak sekali lulusan dari
perguruan tinggi dengan gelar sarjana tidak memliki pekerjaan. Sehingga hal
tersebut akan menambah jumlah dan mempertinggi tingkat pengangguran di
Indonesia.
Solusi dari hal tersebut adalah
dengan berusaha mengembangkan potensi diri yakni dengan berwirausaha. Wirausaha
merupakan gambaran kreatifitas seseorang untuk melakukan suatu usaha yang
bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Selain itu berwirausaha
juga dapat menicptakan lapangan pekerjaan baru bagi orang lain, sehingga kita
dapat saling membantu dalam mensejahterakan kehidupan dan sekaligus mengurangi
tingkat pengangguran.
Sumber pendapatan di Negara kita
bukan hanya dari badan usaha milik pemerintah namun juga akan sangat didukung
oleh berbagai sektor swasta yakni kewirausahaan.
B.
Tujuan
dan Manfaat
Bagi
Mahasiswa :
- Sebagai inspirator dalam membuka usaha.
- Untuk mengetahui bahwa dalam suatu usaha banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi.
- Sebagai tempat praktek bentuk wirausaha dan dalam memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan.
Bagi
Pengusaha :
- Sebagai tempat berbagi ilmu kepada mahasiswa tentang usaha yang sedang dijalankan
- Menjadi bahan kajian sejauh mana usaha yang telah dijalankan.
- Menimbulkan semangat dalam menjalankan usaha yang sedang dijalankan.
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Berdirinya Usaha
Pada
kelompok kami, kami mengambil contoh wawancara pada seorang wirausaha Pengrajin
Rotan.
Ibu
Wati kelahiran 14 April 1979 dan suaminya Bapak Arfan merupakan salah satu
contoh Wirausahawan yang sukses dalam hasil pengrajin rotan. Beliau keturunan
mentamen (Padang) dan memiliki 3 orang anak yang masih kecil-kecil.
Singkat cerita pada tahun 2002
dengan niat dan semangat untuk berwirausaha sekaligus berani mengambil resiko,
Ibu Wati meminjam modal dari saudara iparnya, Ibu Wati dan suaminya mendirikan
sebuah usaha kerajinan rotan.
B.
Jenis
Usaha
Nama
usaha yang dibangun oleh Ibu Wati diberi nama “ANIL ROTAN”
Alamat
: Jalan Raya Pitameh No. 8 RT. 03/03
Ibu
Wati dan suaminya selama kurang lebih 10 tahun berusaha keras menekuni usahanya
yang layak di acungi jempol.
C.
Proses
Pengembangan Usaha
●
Pada awal usaha, modal yang digunakan Ibu Wati terbilang cukup besar, dengan
meminjam modal dari adik iparnya sebesar Rp. 30.000.000,- untuk mebeli bahan baku
Manau dan Rotan sekaligus mempekerjakan beberapa pegawai.
● Jenis-jenis kerajinan rotan yang dihasilkan
diantaranya :
- Kursi gantiang Rp. 800.000,-
-
Kursi gentong Rp. 900.000,-
-
Kursi tamu Rp. 1.800.000,-
-
Meja osin Rp. 400.000,-
-
Box bayi Rp. 400.000,-
-
Kursi / kuda-kuda Rp. 100.000,-
-
Tempat koran Rp. 75.000,-
-
Bauyan Bayi Rp. 120.000,-
-
Pot bunga ruangan Rp. 85.000,-
-
Kursi goyang Rp. 450.000,-
-
Rak-rak Rp. 200.000,-
● Dengan usaha yang keras dan keyakinan kini
Ibu wati dapat memperoleh omset/penghasilan sebesar kurang lebih Rp.
10.000.000,- per minggu dan pada saat hari lebaran mampu memperoleh omset
sampai dengan Rp. 50.000.000,- dan Ibu Wati juga telah memiliki 2 cabang yakni
Cabang di Baypass dengan mempekerjakan 10 orang pegawai, mentameh 5 orang dan
Cabang di Bengkulu. Barang yang telah jadi kemudian dikirim ke Bengkulu.
D.
Hambatan dan Strategi
a.
Hambatan yang dialami :
Dalam menjalankan usaha, kendala
yang sering dihadapi oleh ibu Wati yaitu, saat bahan baku rotan tidak ada yang
mengakibatkan pegawai/pekerjanya menganggur. Bahan baku rotan diperoleh dari
daerah Gadut dan Langkiau (Simpang Haru).
Selain
itu juga adanya pesaing lain yang membuka usaha yang sama dan pesaing tersebut
memberikan penawaran harga yang lebih murah dari harga yang ditawarkan bu Wati.
Hal ini disebabkan karena bu Wati menggunakan bahan baku dengan kualitas yang
lebih bagus.
b.
Strategi yang dijalankan :
-
Menjaga mutu dan kualitas produk
-
Mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
-
Menjaga kedisplinan karyawan
-
Menjaga hubungan baik dimasyarakat sehingga tercipta relasi yang baik dan dapat
membantu perluasan pelanggan
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dengan
membuka sebuah usaha pengrajin rotan, Ibu Wati berusaha bekerja keras untuk
mengembangkan usaha yang ditekuninya dengan semangat yang tinggi, keyakinan.
Meski banyak pesaing di sekitarnya namun Ibu Wati tidak menyerah dan tidak
mudah putus asa untuk terus mengembangkan usahanya kini Ibu Wati bisa
mendapatkan omset sebesar Rp. 10.000.000,- per minggu bahkan jika lebaran bisa
mencapai Rp. 50.000.000,- dan telah memiliki 2 cabang di Baypass dan Bengkulu.
B. saran
Dengan
adanya usaha pengrajin rotan, diharapkan Ibu Wati untuk menambah tempat relasi
untuk memperoleh bahan baku dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada
pelanggan.